Tata kelola limpasan air hujan masih lemah
Air hujan dibuang cepat ke saluran, bukan dikelola di sumbernya. Prinsip Zero Runoff yang seharusnya jadi standar belum diterapkan secara konsisten di kawasan terbangun.
Air hujan dibuang cepat ke saluran, bukan dikelola di sumbernya. Prinsip Zero Runoff yang seharusnya jadi standar belum diterapkan secara konsisten di kawasan terbangun.
Bangunan dan permukaan kedap air terus tumbuh. Ruang terbuka hijau menyusut drastis. Daya dukung hidrologi wilayah terlampaui, tanah tidak lagi mampu menyerap beban air yang harus ditampungnya.
Sumur resapan dan SPAH dibangun saat perizinan, lalu dilupakan. Tidak ada monitoring fungsi, tidak ada perawatan. Saat hujan ekstrem datang, banyak yang ternyata sudah tidak berfungsi.
Data tersebar di banyak instansi. Evaluasi kebijakan tidak berbasis data lapangan. Pengawasan manual tidak mungkin scalable di skala kota, apalagi provinsi.
Platform digital berbasis data geospasial dan analisis hidrologi untuk mengukur, memantau, dan mengelola kapasitas resapan air, mewujudkan kawasan yang bebas banjir dan berkelanjutan.
Pantau pembangunan dan kinerja infrastruktur resapan secara langsung tanpa perlu menunggu laporan periodik.
Visualisasi sebaran titik resapan dalam skala kota dan provinsi untuk membaca pola kepadatan dan area prioritas.
Pastikan setiap titik infrastruktur selaras dengan regulasi Zero Runoff yang berlaku, dari pusat sampai daerah.
Skema pembayaran terintegrasi via Virtual Account, cicilan, dan kanal perbankan lainnya.
Validasi koordinat lokasi pembangunan secara akurat, langsung dari lapangan ke sistem.
Bukti visual kondisi infrastruktur — before, after, dan progres pembangunan terdokumentasi.

Setiap titik infrastruktur tervalidasi via geotag, foto, dan video. Tidak ada lagi data yang berdiri di atas asumsi.
Berkomitmen pada pengelolaan air hujan yang berkelanjutan untuk masa depan kota yang lebih tangguh.
Mendorong kolaborasi multipihak antara pemerintah, masyarakat, pelaku bisnis, dan lembaga pembiayaan.
Mendukung tata kelola pengelolaan air hujan yang transparan, terukur, dan akuntabel.
Memanfaatkan teknologi dan analisis data untuk menghadirkan solusi yang lebih efektif.
Menciptakan dampak nyata dalam mengurangi risiko banjir serta meningkatkan keberlanjutan lingkungan.
Akses langsung untuk membangun sumur resapan atau SPAH di properti pribadi, dengan skema pembayaran yang fleksibel dan verifikasi yang transparan.
Menyederhanakan proses kepatuhan terhadap regulasi resapan air — dari pengajuan, pembangunan, sampai pelaporan — tanpa harus berurusan paralel dengan banyak instansi.
Visibility penuh atas implementasi Zero Runoff di wilayahnya, lengkap dengan data spasial yang bisa langsung dipakai untuk evaluasi kebijakan dan alokasi anggaran.
SERAP (Sistem Evaluasi Resapan Air Pintar) adalah platform digital berbasis data geospasial dan analisis hidrologi untuk memantau, mengukur, dan mengelola kapasitas resapan air secara cerdas. Platform ini dirancang khusus untuk:
Ya. SERAP saat ini aktif di 40+ kota di seluruh Indonesia, mencakup lebih dari 500 kawasan terpantau dan 2.4 juta hektar area teranalisis. Platform berjalan berbasis cloud sehingga dapat diakses dari mana saja menggunakan browser modern tanpa instalasi tambahan.
Untuk kawasan yang belum memiliki jaringan sensor lapangan, SERAP dapat menggunakan data satelit multi-resolusi dan data historis sebagai substitusi sementara sambil menunggu instalasi sensor permanen.